Jumat, 23 Desember 2011

CERITAKU DI SMP BAGIAN 2

Setelah caturwulan 2 ada sebuah cerita yang tak pernah bisa aku lupakan. Tepatnya di kelas 1c waktu itu pada Mata Pelajaran KESENIAN yang diajarkan oleh Bapak Drs. SHOFWAN, dia kalau di lihat hanya sekilas orangnya sangatlagh galak, akan tetapi jika kita sudah mengenal sama dia, dia itu suka Humoris juga sama murid-muridnya yang sudah akrab dengannya.
Jambangnya yang bikin dia kelihatan Guru yang paling galak, kumisnya yang bikin klepek-klepek semua kaum hawa…………. Aduh aduh terus terang aku sangat ketakutan jika berada disampingnya, walaupun nilaiku selalu baik dalam bidang kesenian. Seolah olah dia itu seperti hantu dalam kehidupanku di kelas, jika berhadapannya aku selalu menundukan kepalaku, aku tidak berani memandanginya secara bertatap muka, dia sungguh sangat mempesona dan kharismatiknya ampun deeeccccch………..!!!!
Suatu hari aku memang benar-benar kecapean karena aku membantu mak aku mengambil kayu bakar di hutan, hutan yang masih lebat, hewan-hewan liarpun masih banyak terutama monyet, hewan yang satu ini sangatlah menjengkelkan jika ada orang yang lewat apa lagi membawa buah PODOYO (itu nama buah kesukaan aku ketika masih kecil) monyet-monyet selalu menyerang mengambilnya. Monyet kelemahanya yaitu pada BANGKRAH (ranting-ranting yang berjatuhan dari pohon besar) jika dhantamkan mereka monyet-monyet akan berlari ketakutan.
Setelah pulang dari hutan hari sudah larut malam aku mandi langsung makan kemudian bobok manis dengan lantunan tembang jawa seorang ayah. Matakupun mulai tersayup oleh nada lantunan tembang seorang ayah. Mimpi-mimpi indahpun mulai bermunculan, tak terasa akhirnya Si Jago di halaman belakang mengumandangkan suaranya yang menandakan bahwa hari sudah pagi, saatnya bangun dan mengambil air wudlu untuk ADZAN di Masjid dan Sholat berjama’ah.
Seusai sholat subuh ku membantu Mak dan Bapak mengangkat barang-barang daganganya keatas angkot untuk pergi kepasar.
“ Nang………….. sepeda ontel kamu bisa untuk pergi sekolahkan ?” mak bertanya dengan penuh senyuman
“ Iya mak bisa….!!!” Kulihat mak membuka sebuah kantung uang logam di berikan kepadaku
“ ini uang Rp. 100,- untuk beli minuman jika kamu haus…… !!!”
“ yaaaah emak kok Cuma seratus si mak …” dengan nada memelas agar di berikan uang jajan tambahan.
Ternyata emak gak mau nemabahan uang sakuku, nasib-nasib padahal nanti ada pelajarannya pak Shofwan, pasti aku kelaparan. Haduh-haduh…….. mak – mak,……………. Tak lama kemudian matahari mulai memunculkan sinarnya, akupun bergegas mandi dan menyiapkan segala kebutuhan sekolahku pagi ini. Setelah semuanya telah siap terdengar lantunan suara yang keras dari dapur………..
“ Diiiiiiiiiiiiiiiiiik………….. sarapan dulu … “ suara lantunan dari kakaku perempuan
“ iya mbak…. “ aku langsung menghampiri sarapan pagi yang telah di siapkan kakaku, yaitu sambal trasi sama Timun muda kesukaanku. Kulihat kakaku membungkuskan nasi dengan daun Jati gak tahu untuk apa nasi tersebut, eh gak tahunya nasi tersebut di masukan kedalam tasku.
“ ini apa mbak ?” dengan sok blagu tidak tahu apa yang di masukan
“ Ini untuk bekal makan siang kamu nanti disekolahan, nanti kamu kan ada jam Olah Raga sama kesenian makanya aku siapkan Nasi ini untuk bekal kamu agar tidak kelaparan, tadi kamu di kasih sama mak Cuma Rp. 100,- kan ?”
“ iya mbak ?’
“yaudah itu dibawa aja, uang sakumu buah beli minumannya ya..? hati hati……. Aku nanti berangkat sekolah bersama temanku  aja Boncengan, kamu naik sepeda sendiri ya “
“Iya Mbak suwun…”

Bergegas kuambil tasku langsung siap mankring di sepeda onthel kesayanganku itu, lajuan cepat tanpa rem langsung tancap. Brem brem teng teng………… wussssssssssshhh….. Aku berharap pagi ini aku tidak terlambat lagi aku sudah bosen dengan hukuman-hukuman yang di berikan Guru piket malas aku menghadapinya.
Aku tidak memperdulikan disekelilingku aku langsung tambahkan kecepatan lajuan onthelku, suasana  becek di jalan membuatku harus berhati-hati karena ku takut kalau ada sebuah jembretan yang mengenai seragam aku. Rasa capek rasa lelah sudah kubuang jauh-jauh, dan tak kusangka ketika di pertengahan jalan ku lihat ada sebuah mobil PANTHER yang masih kinclong, kalau terkena sinar matahari membuat silau di mata.
Mobil tersebut semakin lama semakin mendekatiku, aku melamun “kapan ya aku punya mobil mewah seperti itu “ tiba-tiba lamunan itu sangat menghantuiku hingga aku tak sadar kalau di depanku ada sebuah lobangan dan ada   genangan airnya. Ketika bersampingan dengan mobil tersebut aku sambil meliriknya, mobilnya Panther itu memang lumayan kencang lajunya. Byuuuuuuuuur……. Ku tersadarkan diri akan lamunan itu karena mobil tersebut menjebret kaos kakiku dan celana pendeku. Waduh-aduh ……. Kaos kakiku jadi basah dan celanaku jadi kotor, kata-kata jelekpun dengan spontan langsung keluar di mulutku……………
Sambil mencari air bersih untuk membersihkan kaos kakiku dan celana pendeku aku melajukan sepedaku agar aku tidak telat lagi. Tak lama kemudian aku menemukan sebuah selokan Irigasi seorang petani kemudian aku menghampirinya dan membersihkan semua kotoran hasil jembretan Mobil sialan itu. Sambil berfikir “ aku tidak mau punya mobil mewah jika hanya untuk sebuah kesombongan seperti orang tadi lebih baik sepeda onthel yang ramah dengan penuh pengertian dari pada kaya harta tapi sombong kayak orang tersebut”
Kaos kaki celana pendeku sudah bersih saatnya menancapkan sepedaku melaju dengan kencang untuk menuju  sekolahku dan menuju impianku.  Tak lama  kemudian aku sampai di gerbang pintu masuk sekolah kulihat pak Waluyo (tukang kebun sekaligus SCURITY di sekolahanku) tersenyum dengna wajah ceria tapi aku tidak apa maksutnya.
“ hemmmmm kadingaren gak telat lagi….. ? suara yang ramah dan agak ngece
“apa si pak….?,,,  Tadlo gitu loh…..” dengan nada pede aku mengucapkannya sama pak Waluyo
“ cie cie ngompoooooooooool……. Ni ye…… hahahahahaha”
“ gak pak ke jembret air di jalan tadi “ sambil menuntun dan tidak meperdulikan pak WALUYO
Akhirnya sampailah aku ke sekolahan, ku parkirkan sepedaku di tempat parkir biasanya kemudian aku langsung masuk kelas dan bertemu dengan teman-temanku. Teman-temanku semuanya ada memperhatikan langkah-langkahku karena disetiap langkahku ter lihat tetesan air yang menetes  di lantai. Waduh aku jadi malu. Karena jam pertama adalah jam olah raga  aku langsung bergegas mengganti pakaianku dengan seragam olah raga di WC siswa.
Tak lama kemudian bel berbunyi tandanya jam pelajaran siap di mulai. Aku langsung bergegas kembali ke-Kelasku.
“tok tok….. Selamat pagi anak-anak “
“ selamat pagi pak Guru …!!! Suara yang serentak dari murid-murid
“ kali ini pelajaran kita adalah praktek lapangan yaitu mempraktekan LARI ESTAFET yang sudah saya jelaskan minggu kemarin, sekarang mari anak-anak memilih yang  jadi anggota kalian, terserah kalian mau pilih siapa yang menjadi pasangan lari estafet kalian, jika kurang paham silahkan tanya sekarang”
Tanpa ada sebuah pertanyaan kami langsung berangkat ke lapangan bergegas mencari pasangan-pasangan sendiri ternyata aku terpilih menjadi pasanganya si gembrot, memang sih dia cantik sekali tapi sayang kalau di ajak lari kayak kura-kura berjalan geal-geol. Aku terletak pada posisi terakhir setelah si gembrot, payah apes ini. Akupun tak berharap  banyak pasti kali ini nilai prakteku anjlok, akan tetapi  aku tidak boleh pantang menyerah ini adalah pelajaran yang paling aku sukai dan aku dan kelompoku harus mendapat nilai yang bagus.
Aku gak pernah menyangka ternyata kelompok cara prakteknya bagus sekali baik cara mengambil dan memberikan tongkat estafet kepada teman-temanya sesuai yang di harapkan oleh kami dan guruku. Aku jadi makin bertambah semangat. Tak lama kemudian sebelum si gembrot lari teman kelompoku lumayan larinya jadi tidak kalaah saing dengan teman kelompok yang lain, setelah  tongkat di berikan sama si gembrot itu, lajuan kencang larinya si gembrotpun sudah di mulai ………
Glinuk, glinuk gajah atau  kebo ya yang lari kali ini, perutku menjadi mules karena  ketawain si gembrot yang larinya indul-indul… ku lihat pantatnya si gembrot menyampin kenan dan menyamping ke kiri semua manusia pandangan matanya menuju pada si dia, kulihat pak  Guru juga ketawa  terbahak-bahak, kemudian pak guru menghampiriku sambil berkata “ yang sabar Dlo…. Yang cepat akan dapat nilai yang baik, semoga kamu dapat lari sekencang mungkin…. Hahahahahaha“  dalam benaku “ awas ya pak lihat aja nanti !!!”
Kulihat si gembrot masih kurang setengah lapangan lagi dan teman-teman lainnya kurang sedikit lagi sudah sampai dan mau memberikan tongkat estafet tersebut…. Waduh waduh si gembrot ayo cepat…
Tak lama kemudian teman-teman lainnya sudah memberikan tongkat tersebut dan langsung tancap gas lari semua, dengan nada semangat aku memberi support pada si gembrot. “ ayoooo canttiiiiiiiiiiiiiiiiK…..” suara dengan lantang keluar dari mulutku ku lihat teman-temanku pada senyum melihatku. Selang 10 menit si  gembrot datang memberikan tongkat tersebut kepadaku ku lihat teman-teman sudah sangat jauh sekali. Aku hanya berfikir  pada kemenangan dan maju terus aku ingin memberikan sebuah kejutan pada  Guru olah ragaku.
Karena sepatu yang sudah agak rapuh tiba-tiba sepatuku dua-duanya yang kanan dan yang  kiri terlepas semuanya di pertengahan  lapangan akupun tidak memperdulikannya terus lari dan lari, akhirnya aku bisa melihat teman-temanku yang larinya sudah pada kelelahan. Aku langsung lajukan dan tambah kecepatan lariku dengan penuh semangat, selang beberapa menit akhir aku bisa bersanding dengan teman-temanku walaupun  pada awalnya aku ketinggalan lumayan sangat jauh.
Gak nyangka ternyata ada diantara temanku itu  larinya tetap konsisten tanpa ngos-ngosan dan tetap maju  terus, aku terus mengejarnya dan terus mengejar, dan pada akhirnya kulihat jarak finishnya tinggak beberapa meter lagi. Namun temanku yang satu ini tetap di depanku aku lari sekencang apapun aku tetap tidak bisa menyalipnya. Akhirnya aku mendapat nomor dua dari lari estafet tersebut. Ku lihat pak guru tersenyum meilihatku aku senang dan bangga, si gembrot menghampiriku dan mengucapkan kata maaf d an trima kasih aku hanya menundukan kepala.
Setelah di nilai dari pak Guru  kami semua ke warungnya “Mbah Wo” teman-temanku pada jajan makanan dan lain-lain aku hanya membeli secangkir teh dan aku suruh Mbah Wo untuh membungkusnya, karena sudah tahu kebiasaanku  Mbah Wo selalu memberikan lebih banyak dari takaran biasanya yang di jual kepada teman-teman. Aku langsung bergegas ke kelas untuk mengambil bekalku yang telah disediakan kakaku, kemudian aku langsung halaman belakang kelasku disitu ada pohon REMBULUNG (nama istilah jawa) tempat mandi siswa yang bandel setelah berolah raga.
Ku buka bungkusan nasi + sambal trasi, kemudian aku minum teh yang aku beli tadi sruuuuuuuuup sungguh teras ini nikmat bersam semilirnya angin ku nikmati makanan pagi menjelang siang itu, beberapa menit kemudian ada suara tanah yang kemretek di sampingku dari atas ku lihat “srooooooooooookkkkk…….. si gembrot kepleset dari atas “,,,,,,,,, aaaaaaauuuuuuu….. sambil menjerit sigembrot jatuh telungkap di sampingku, “ kamu…!!!” aku terkejut melihat si gembrot jatuh
“ maaf ya…. Aduuuuh sakit…!!!” sambil merengek kesakitan
“ ngapain kamu kesini….? Ku bertanya pada si Gembrot….
“ aku Cuma ngikuti kamu setiap habis olah raga mesti kamu ngilang tidak seperti teman-temanku kamu makan di warungnya mbah Wo”… sekali lagi minta maaf ya…!!!”
“ yaudah gak pa2..” sambil melanjutkan makanku
“ dlo boleh gak minta makan kamu ?”…… dengan memelas
“ boleh…..!!!! sambil kecewa karena makananku mau di rampas
“ mamaku gak pernah bikinin sambal hitam kayak gini, biasanya telur ceplok sama ayam Goreng”….  Sambil mulutnya tersumpal oleh nasi
“ kamu ini sungguh kejam ya…?” nada bercanda keluar
“ iiiiih kenapa kamu gak ihlas ya ngasih makanan kamu ke aku ? berhenti menguyah nasinya sambil mata melotot memandangiku
“ gak gitu maksutnya,,,,,,, kamu sudah makan telurnya… kamu juga makan dagingnya apa  gak kasin kamu sama AYAM ? hahahahahahha……
Bercanda riang sambil menikmati makanpun menemani kami, si gembrot ternyata cantik juga kalau dari dekat, hik hik hik… akhirnya nasi kamipun  habis ludes kemudian aku meminum teh yang aku beli tadi, ku lihat si gembrot gak bawa minuman jadi aku kasih sama dia tapi di gak mau katanya jorok, kemudian di mengeluarkan sesuatu dari saping yaitu tasnya ternyata berisikan minuman Jus,,, sruuuuuuuuuup aku jadi ngiler melihatnya. Kemudian dia  juga mengeluarkan makanan ringan dari tas sakunya itu, wuih kue2nya ternyata banyak sekali aku di tawarinya kalau dipikir-pikir kami seolah-olah kayak berpacaran aja tapi aku takut sama si gembrot karena pacarnya banyak sekali. Akan tetapi dia sangat baik sekali kepadaku, apakah dia suka padaku atau tidak ah mboh dak ngerti masalah yang itu.
Tak lama kemudian makan kamipun ludes tanpa tersisa cuci tangan dan muka kemudian kami kembali kekelas. Jam istirahat sudah habis waktunya mata pelajaran kesenian di mulai. Akhirnya celanaku dan kaos kakiku sudah agak kering aku duduk di bangkoku berdampingan dengan si ARIEF. Teman sebangkauku itu.
Selang beberapa menit pak guru datang dengan mengucapkan salam dan selamat pagi karena kelas kami terdiri dari dua Agama yaitu Agama ISLAM dan BUDHA. Waduh waduh si Brewok (nama Sebutanku khusus buat dia namanya Bpk. Shofwan salah satu guru yang menjengkelkan) sudah datang nich cihuiy tenang aja Tugasku kan sudah kelar semua jadi tinggal tenang-tenang aja (dalam benaku).
“anak-anak Tugas mminggu kemarin tolong di Kumpulkan,” Suara agak Keras dan serak-serak
“ iya pak ……..!!! jawaban serentak dari murid-murid.
“ tadlo kamu yang paling belakang ambil semua tugas-tugas temanmu ….!!
“ iya pak….!!! Dengan nada ketakutan, aku langsung bergegas mengambil tugas semua temanku.

Setelah semua tugas telah terkumpul semua akhirnya pak Brewok memulai pelajarannya yang baru, dengan gaya-gayanya yang sok jaim itu. Sebelumnya dia menulis disebuah papan tulis tentang pelajaran yang akan di bahas pada pagi itu, ketika dia mencatatat semua Topik bahasan akupun mengikutinya agar tidak terlambat menulisnya. Semakin aku banyak menulis mataku memulai sayu dan rasa kantuk mulai menyerangku hingga tulisanku seperti CACING-CACING yang sedang bnerjalan.
Temanku si ARIEF membangunkanku, aku kaget dan meneruskan Tulisanku. Setelah si Brewok selesai menuliskan Topik bahasan beliau duduk sambil Baca-baca buku di Meja GURU sambil menanti muridnya selesai menulis topik bahasannya. Tak lama kemudian akupun selesai menulis semua Topik bahasan tersebut. Si brewok bertanya kepada siswanya sudah selesai belum  ternyata ada yang masih belum menyelesaikannya, si brewokpun melanjutkan bacaanya itu.
Mataku semakin lama semakin ngantuk aja, si Brewok kemudian langsung membeberkan atau menerangkan semua yang telah di Tulis dalam topik bahasan kali ini. Suaranya yang merdu menambah berat rasa kantuku seolah-olah aku sedang diceritakan sebuah dongeng oleh Bapaku di rumah hingga aku tertidur pulas oleh  pembahasan yang telah di sampaikan pak Shofwan itu. Tanpa kusadari sampai aku terbawa oleh mimpi-mimpi yang indah dengan sendau guruan yang begitu mengasikan dalam mimpiku.
Aku serentak terbangun kaget ketika mendengar hantaman penghapus yang sedang mengenai mejaku. Doooooooooooooorrrrrr……….!!!!!  suara itu seolah-olah seperti petasan yang sedang berbisik dalam telingaku hingga aku hampir terjatuh dari kursi tempat duduku. Semua temanku pada terdiam sunyi tanpa suara, karena takut mendengar suara hentakan yang dipijarkan oleh bapak Shofwan. Aku terpengangah melihat bapak Shofwan yang semakin mendekatiku dengan mata melotot ke arahku tanpa menengok ataupun senyum. Kemarahan yang amat besar terlihat sekilas di wajah bapak Shofwan, akupun terdiam terpukau melihatnya hingga aku tidak berani mengedipkan mata. Aku juga saling melototi wajah bapak shofwan yang penuh dengan kemarahan itu.
Tiba-tiba, ciiiiiiuuuuuu bruuuuuuak..!!!! “ Loooh pak shofwan kemana….?” Dalam benaku karna tiba-tiba bapak shofwan menghilang dari pandanganku. Ternyata pak shofwan terjatuh karena tergelincir oleh tongkat pramuka yang dengan tidak sengaja temanku menaruh tongkat pramukanya di bawah meja dan aku menjulang ke perbatasan mejaku hingga mengenai bapak Shofwan dan akhir bapak shofwan terjatuh. Tak satu orangpun yang berani tertawa walaupun kelihatannya lucu. Cuma aku yang memberanikan diri tersenyum dan menolong bapak shofwan.
Kemarahan yang semula membuat darahku mendidih sekarang sirna seperti ditelan bumi. “trimakasih…!!!” suara yang lembut diucapkan oleh bapak shofwan dan akupun menundukan kepalaku tanpa suara atau sepatah katapun yang terurai dalam mulutku. Diam mimbisu karena masih merasakan sebuah kesalahan kepadanya. Bapak shofwan akhirnya berdiri dan aku duduk ke bangkau lagi, dia berdiri disamping aku duduk yang bersebelahan dengan temanku arief itu.
“ kenapa kamu tertidur ketika aku menerangkan pelajaranku ..?” pertanyaan pak Shofwan yang diberikan kepadaku dan aku menjawabnya
“ maaf pak mungkin aku kecapean pak, karena kemarin aku bantu mak sama pak’e di gunung untuk mengambil kayu bakar” suara yang begitu panik dan ketakutan
“siapa nama kamu ..?”
“Bapak Shofwan.!!! Aku kira pertanyaan itu adalah “siapa guru kamu”, dan semua teman-temanku pada ketawa semua. Ternyata aku salah dengar karena saking paniknya. Kulihat bapak shofwan tidak menampilkan wajah erangnya melainkan sedikit tertampak wajah dengan penuh senyuman.
“ terus siapa nama Guru kamu sekarang ini …” pertanyaan yang di balik oleh bapak shofwan lagi, dengan tanpa basa basi akupun salah dengar lagi karena semua anggota badanku pada gemetaran perasaan takuttakut semakin menjadi dalam diriku.
“murtadlo pak……..!!!” seolah-olah tidak pernah merasa salah. Kembali suara tertawa dari teman-teman. Dan dari kejauhan ada salah satu dari temanku yang mengatakan “nglindur pak..” ku lihat raut wajah bapak shofwan semakin menjadi kemarahan da campur dengan ingin tertawa dan bercampur aduk menjadi satu. Sebelum bapak shofwan mengatakan sepatah kata akhirnya jam istirahat berbunyi “teeeeeeeeeeeet… tet tet…teeeeet…!!!
“kamu ini nglindur apa gimana ?” temanku si Arief bertanya padaku
“ mang aku jawab salah po piye kok semua temanku pada ketawa rif?”
“yo jelas to yo….. kamu ni kayak orang lagi nglindur aja, semua jawaban kamu selenco dengan pertanyaan, pak shofwan tanya siapa nama kamu eh malah kamu jawab Bpk. SHOFWAN, ketika pak Shofwan bertanya Siapa Guru kamu kamu jawab MURTADLO gimana to kamu itu ?”
“ oalah begitu to yo…. Makanya temanku pada ketawa semua…”
“pak Shofwan besok aku pesan KALIGRAFINYA satu ya …?” suara ejekan dari salah satu temanku yang suka beli hasil karya tanganku itu.
Mulai dari cerita itulah aku sampai kelas 3 SMP aku seing disebut dengan julukan pak SHOFWAN kema aku pergi sering orang-orang memaggilku dengan sebutan bapak shofwan, begitu sangat malu aku ketika dapat ejekan dari bapak shofwan. Sampai banyak orang menyebutnya kecuali teman sebangkau aku yang setia yang selalu memberi support dan selalu menemaniku.
Alhasil singkat ceritaku hingga aku naik kelas tiga aku masih aja tetap nilaiku kurang memuaskan, aku hanya bisa bersyukur dan selalu berusaha untuk meraih mimpi-mimpiku. Hingga pada waktu penerimaan surat pemberitahuan kelulusan begitu sangat menegangkan akupun tidak berani membukanya surat kelulusan itu, bapaku yang mengambilkan akan tetapi kakaku yang membukanya ketika surat pemberitahuan itu tiba di rumah dan di baca semua sekeluarga, akupun merasa degdegan, pada waktu dibuka surat pemberitahuan tersebut seblum di buka kakaku selalu menakut-nakutiku dan ternyata aku juga sangat takut,… kreeeeeet suara aplop disobek oleh kakaku, semua melihat isi amplop tersebut kecuali aku, dan semuanya mengatakan “ TADLO TIDAK LULUS”.
Hatiku berkeping-keping ketika mendengar suara itu sungguh sudah menjadi perkiraan aku selama ini aku tidak mungkin lulus karena aku sering masuk BP, banyak nilai merah yang jelas aku pasti tidak lulus. Dan aku tidak menangis atau menyesal ketika mendengar suara itu, karena aku hanya berfikir sudah wajar jika aku memang tidak lulus, itu bukan hak aku. Gurulah yang menentukan kelulusanku. Semua orang pada melototiku dan menatap mukaku yang selalu ceria apapun keadaanya. Namun wajah senyuman dari salah satu mereka menghampiriku hingga aku yakin semua ini adalah cobaan bagiku biar aku lebih giat dan lebih rajin belajar lagi.
Tak lama kemudian aku menghampiri dan mengambil surat kelulusan itu, sebenarnya aku mau naruh surat kelulusan itu aku mau abadikan akan tetapi ternyata surat kelulusan itu membuat mataku melototinya terus menerus dan isinya berbalik seperti apa yang diucapkan tadi yaitu berisikan bahwa aku telah lulus dengan nilai DANEM 29.32 itu zaman dulu. Semua bersorak gembira ceria tak tahu bagaimana aku mengucapkannya, aku hanya bisa mengatakan Syukur alhamdulillah Engkau mendengarkan Do’a hambaMu yang lemah ini Ya ROBBI,….
Kakaku mengatakan “kamu ini aneh, ketika aku bilang tadi bahwa tidak lulus kok ya dak sedih malah senyum. Adiku-adiku selamat ya. Moga kamu selalu sukses….”
Akhirnya dengan rasa syukur itu aku mengadakan bacaan albarjanji dari teman-temaku yang ada di masjid aku undang semua kerumahku untuk merayakan rasa Syukurku telah Lulus dari bangkau SMP. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

youtubeku